Hal – Hal yang Membatalkan Wudhu

Assalamuíalaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Sahabat, wudhu merupakan suatu kewajiban ketika hendak menunaikan Sholat atau membaca ayat suci Al-Quran.

Bagi seorang muslim, wajib hukum nya mempelajari bab wudhu.

Baik itu, bacaan niat, doa setelah wudhu dan hal apa saja yang bisa membatalkan wudhu kita.

Dalam kitab matan al-Ghoyatu wat Taqrib karangan Abi Suja, ada 6 hal yang membuat wudhu seorang mukmin batal.

Yuk, kita simak 6 perkara yang dapat membatalkan wudhu seorang Muslim di bawah ini.

6 Hal yang membatalkan wudhu

  1. Hadats (keluar nya sesuatu melalui Qubul dan Dubur)

Wudhu kita mutlak batal apabila kita mengeluarkan sesuatu dari lubang depan (Qubul) atau lubang belakang (dubur) baik itu sesuatu yang suci seperti air mani, atau pun yang tidak suci seperti angin yang keluar dari dubur kita.

Hal itu berdasarkan QS. Al-Maidah ayat 6 :

أَوْ جَاءَ أَحَدٌ مِّنكُم مِّنَ الْغَائِطِ

Ada sebuah hadist yang di ceritakan oleh Abu Hurairah yang di riwayatkan oleh Imam Bukhori dan Muslim, yang berbunyi :

عن أبي هريرة رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : لايقبل الله صلاة أحدكم إذا أحدث حتى يتوضأ فقال رجل من أهل حضر موت ماالحدث ياأباهريرة؟ قال: فساء أو ضراط

Artinya : Abu Hurairoh bercerita bahwa Rasulullah SAW. Bersabda “Allah tidak menerima sholat kamu sekalian apabila (kamu) dalam keadaan hadats hingga kamu berwudhu”.

Kemudian seorang Hadramaut bertanya kepada Abu Hurairoh “apakah hadats itu?” Abu Hurairoh menjawab “buang angin (yang tidak bersuara) dan yang bersuara”

  1. Tidur tidak dalam keadaan duduk

Tidur dapat membatalkan wudhu seorang muslim. Kecuali tidur nya orang yang duduk bersila.

Hal itu berdasarkan hadist yang di riwayatkan oleh Abu Daud dan di ceritakan oleh sahabat Ali r.a.

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : وكاء السه العينان, فمن نام فاليتوضأ

Artinya : Rasulullah SAW bersabda “pengendali dubur (tempat keluarnya kotoran dari jalan belakang) adalah kedua mata, oleh karena itu barang siapa tidur hendaklah ia berwudhu”.

Berdasarkan hadist tersebut, tidur bisa membatalkan seorang muslim, karena saat tidur, kita tidak mengetahui apa yang keluar dari dubur kita.

  1. Hilangnya akal sehat karena mabuk, pingsan dan gila

Apabila seseorang telah melakukan wudhu akan tetapi kesadaran nya telah hilang, maka batal wudhu nya.

Baik itu karena mabuk, pingsan atau pun gila.

  1. Bersentuhan kulit pria dan wanita yang bukan mahram (tanpa penghalang)

  2. Menyentuh kemaluan manusia dengan telapak tangan

Hal itu berdasarkan dalil di bawah ini :

رَوَى اْلخَمْسَةُ وَصَحَّحَهُ التِّرْمِذِىْ ، عَنْ بِسْرَةْ بِنْتِ صَفْوَانْ رَضِيَ الله عَنْها : اَنّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم قَالَ : مَنْ مَسَّ ذَكَرَهُ فَلَا يُصَلِّيَ حَتَّى يَتَوَضَّاءَ

Artinya :

Dalam sebuah hadits yang dishahehkan oleh Imam Tirmidzi dari Bisrah binti Shafwan r.a. bahwa Nabi SAW bersabda: Barang siapa yang memegang dzakarnya janganlah melakukan shalat hingga ia berwudhu.

An-Nisa’I juga meriwayatkan bahwa :

وَيَتَوَضَّاءَ مِنْ مَسِّ الذَّكَرِ

Artinya :

Dan hendaklah berwudhu oleh karena memegang Dzakar kemaluan.

Dari hadist tersebut bermakna bahwa menyentuh kemaluan bisa membatalkan wudhu seseorang.

Hadits riwayat dari Ibnu Majah bahwasa nya :

عَنْ اُمِّ حَبِيْبَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا : مَنْ مَسَّ فَرْجَهُ فَلْيَتَوَضَّاءُ

Artinya :

Dari Ummi Habibah r.a. : barangsiapa yang memegang farj-nya maka hendaklah berwudhu.

Sedangkan hadist ini memberi penjelasan siapa yang menyentuh kemaluan diri nya sendiri atau kemaluan suami atau istri nya maka wudhu nya telah batal.

  1. Menyentuh Lubang Dubur

Menyentuh lubang dubur bisa membatalkan wudhu seseorang. Baik itu lubang dubur diri sendiri maupun pasangan kita.

Itulah 6 penyebab batal nya wudhu seorang muslim, hendak nya kita memperhatikan betul hal apa saja yang akan kita kerjakan setelah wudhu.

Wallahualam Bissawab.

Semoga artikel ini dapat memberi ilmu yang bermanfaat untuk kita semua, Aamiin Ya Rabbalalamin.

Sumber : Nu Online

Terima kasih.

Wassalamuíalaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Dikta Ahmad
Manusia biasa yang ingin bermanfaat untuk banyak orang.